-->

Berita Terbaru

Rabu, 23 September 2026

UAS : Kegiatan Religi Mampu Tingkatkan Pendapatan UMKM





 


TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menghadiri acara Zikir Bersama dalam rangka Event Wisata Religi Peringatan Haul Akbar Sulthonul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Tahun 2026. Kegiatan keagamaan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Kuala Tungkal, Selasa malam (22/09/2026).


Kehadiran Bupati bersama Ketua TP PKK di tengah ribuan jemaah menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus pengembangan wisata religi di daerah.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa pelaksanaan haul akbar tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan terhadap ulama, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.


Menurutnya, kehadiran jemaah dari berbagai wilayah turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.


“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kelancaran kegiatan religi ini. Peringatan haul menjadi momentum penting untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Kuala Tungkal,” ujar Bupati Anwar Sadat.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Tuan Guru KH. Muhammad Syafi’i Aslam, ulama asal Palangka Raya.


Dalam tausiyahnya, KH. Muhammad Syafi’i Aslam mengajak seluruh jemaah untuk meneladani akhlak, keteguhan iman, serta perjuangan dakwah Islam yang diwariskan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi, unsur Forkopimda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, Ketua GOW, Ketua DWP, serta tamu undangan lainnya.

Rabu, 16 September 2026

Katamso : Penanganan Karhutla Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

 


TANJAB BARAT - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., membuka Rapat Koordinasi Lanjutan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu pagi (16/09/2026).

‎

‎Rakor tersebut digelar sebagai tindak lanjut untuk memperkuat pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Tanjung Jabung Barat. Forum ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, kejaksaan, instansi teknis, para camat, serta perusahaan.

‎

‎Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan sinergi seluruh pihak. Tercatat 587 kejadian kebakaran dan 1.249 titik api di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kondisi ini berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

‎

‎“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat. Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap wilayah konsesinya, sementara masyarakat juga perlu terus diberikan pemahaman tentang pembukaan lahan tanpa bakar,” tegas Wakil Bupati.

‎

‎Selanjutnya, ia meminta perusahaan memperkuat pengawasan di wilayah konsesi, memastikan Masyarakat Peduli Api (MPA) berfungsi optimal, serta menyiapkan personel dan peralatan untuk merespons kebakaran dengan cepat. Selain itu, Polres dan Kodim juga diminta memperkuat sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar. Sementara itu, sektor kehutanan diharapkan mendukung penyediaan embung dan kanal di kawasan rawan.

‎

‎Lebih lanjut, Wakil Bupati meminta para camat berkomunikasi aktif dengan perusahaan di wilayah masing-masing. Khusus Camat Tungkal Ilir dan Camat Bram Itam, bersama DPMPTSP dan Dinas Lingkungan Hidup, diminta berkoordinasi dengan kepala desa terkait pengaturan dan pengawasan aktivitas pembakaran arang.

‎

‎“Yang kita perlukan adalah langkah konkret dan sinergi yang kuat. Setiap pihak harus memahami tugasnya, saling mendukung, dan bergerak cepat ketika muncul potensi kebakaran,” lanjutnya.

‎

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hermansyah, S.STP., M.H., yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan hasil koordinasi lintas OPD. Dinas Kesehatan menyatakan siap memantau kualitas udara, sedangkan BPBD dan Damkar mendukung penanganan melalui personel dan peralatan yang tersedia. Pemerintah juga menyiapkan langkah penetapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

‎

‎Dalam kesempatan tersebut, BMKG Provinsi Jambi memaparkan analisis curah hujan dan prospek iklim untuk dua dasarian berdasarkan kondisi per 15 September 2026. Paparan tersebut menjadi bahan untuk memantau perkembangan dan potensi cuaca.

‎

‎Berikutnya, Pasi Ops Kodim 0419/Tanjab Kapten Inf. Sigit Purnomo Rico menyampaikan kesiapan personel, pemetaan wilayah rawan, penyiapan sumber air, serta langkah deteksi dini dan penanganan kebakaran, serta Kabag Ops Polres Tanjung Jabung Barat AKP Hermanto, S.H., memaparkan langkah kepolisian dalam sosialisasi, patroli, pemantauan titik rawan, pemadaman dan pendinginan, serta penegakan hukum terhadap kasus Karhutla.

‎

‎Di sisi lain, Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa pemantauan kualitas udara dilakukan melalui 16 puskesmas sebanyak dua kali sehari. Hingga Pembagian masker kepada masyarakat juga telah dilakukan sejak 24 Agustus 2026 untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

‎

‎Selanjutnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan menekankan penerapan pembukaan lahan tanpa bakar atau zero burning, deteksi dini, respons cepat, serta penguatan kelembagaan bagi pemegang IUP. Pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak potensi kebakaran teridentifikasi.

‎

‎Pada kesempatan yang sama, Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat mengingatkan bahwa tanggung jawab hukum dalam penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang dilakukan secara sengaja, tetapi juga dapat mencakup kelalaian. Setiap pihak yang bertanggung jawab di wilayah kerja masing-masing diminta memastikan instrumen pencegahan, personel, dan peralatan siap digunakan.

‎

‎Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi penanganan Karhutla.

‎

‎Pada akhir rakor, Wakil Bupati menegaskan bahwa hasil pembahasan harus ditindaklanjuti melalui tindakan nyata. Ia juga menyoroti keterlibatan perusahaan. Dari 37 perusahaan yang diundang, baru 13 perusahaan yang hadir dalam forum tersebut.

‎

‎“Kami meminta perusahaan yang memiliki tanggung jawab di wilayah konsesinya untuk hadir dan terlibat secara aktif. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Data harus lengkap, personel dan peralatan harus siap, serta seluruh persyaratan operasional harus dipenuhi,” tegasnya.

‎

‎Menurut Wakil Bupati, kesiapsiagaan tidak cukup dibahas dalam forum koordinasi, tetapi harus diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, hasil rakor diharapkan segera ditindaklanjuti melalui deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, respons cepat, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangan masing-masing.

‎

‎Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DPMPTSP, Manggala Agni, Basarnas, para camat; serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Senin, 14 September 2026

Bupati UAS Hadiri Rakor Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor

 


TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri Kegiatan Sosialisasi dan Sinergitas Program Pemberian Keringanan Pokok dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (14/09/2026).


Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanjab Barat.


Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., tersebut digelar untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemutihan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).


Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menegaskan pentingnya skema opsen PKB dan BBNKB dalam menyokong PAD kabupaten/kota. Berdasarkan data Bapenda Provinsi Jambi, penyaluran opsen PKB dan BBNKB pada 2025 mencapai Rp397,52 miliar—meningkat 26,4 persen dibandingkan dana bagi hasil pada 2024. Rata-rata opsen ini menyumbang hingga 35,99 persen dari total penerimaan pajak daerah tingkat kabupaten/kota.


“Melalui program pemutihan ini, kita tidak hanya memberikan ruang keringanan beban finansial bagi masyarakat, tetapi juga memperbarui akurasi basis data wajib pajak di seluruh wilayah Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.


Dirinya menambahkan, kunci keberhasilan program ini terletak pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan koordinasi antarinstansi yang makin solid. Dengan pelayanan yang memadai, masyarakat diharapkan terdorong untuk memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat waktu.


Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan program keringanan pajak tersebut melalui sosialisasi masif kepada masyarakat daerah agar partisipasi dan animo wajib pajak di Tanjab Barat dapat meningkat secara signifikan.


Kegiatan ini turut dihadiri para kepala daerah, pimpinan DPRD, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, serta Kepala Bapenda dan UPTD PPD dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Jumat, 11 September 2026

Lima Pimpinan Baznas Tanjab Barat Resmi Dilantik

 


TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melantik dan mengambil sumpah lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat masa jabatan 2026–2031 di Ruang Pola Utama Kantor Bupati, Rabu (09/09/2026).

‎

‎Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bupati menekankan agar amanah tersebut dijalankan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

‎

‎Lima pimpinan BAZNAS yang dilantik terdiri dari Ahmad Hadziq, S.H.I., sebagai Ketua; Lukman Hakim, S.Pd.I., sebagai Wakil Ketua I; H. M. Yusuf, S.Pd., sebagai Wakil Ketua II; H. Abdul Faqih, S.Pd.I., sebagai Wakil Ketua III; serta M. Jamil, S.Pd.I., sebagai Wakil Ketua IV.

‎

‎Pengambilan sumpah disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hermansyah, S.STP., M.H., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag., M.H.

‎

‎Dalam arahannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara kelembagaan maupun kepada masyarakat.

‎

‎Menurutnya, potensi zakat di Tanjung Jabung Barat masih sangat besar dan perlu dihimpun secara lebih optimal. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan zakat dari kalangan ASN, tetapi perlu diperluas melalui dunia usaha, perusahaan, sektor perdagangan, perbankan, serta potensi masyarakat di berbagai wilayah.

‎

‎Bupati juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Tanjung Jabung Barat. Menurutnya, keberadaan perusahaan harus dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial dan kolaborasi pemberdayaan.

‎

‎“Zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, potensi zakat harus kita maksimalkan dan dikelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati.

‎

‎Ia juga mendorong BAZNAS untuk memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap madrasah, program bedah rumah, serta berbagai bentuk pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

‎

‎Dalam kaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat, Bupati turut menyinggung pentingnya memperjuangkan komoditas unggulan daerah seperti kelapa dan pinang agar mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Menurutnya, penguatan nilai ekonomi komoditas daerah pada akhirnya dapat memperluas kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.

‎

‎Bupati mengajak seluruh jajaran BAZNAS untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, ulama, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai unsur masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting agar penghimpunan ZIS semakin luas dan penyalurannya dapat dilakukan secara tepat sasaran.

‎

‎“Pemerintah daerah siap mendukung dan memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS. Kita ingin zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tegasnya.

‎

‎Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ahmad Hadziq menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah sesuai syariat Islam dan ketentuan yang berlaku. Ia menyebut optimalisasi penghimpunan ZIS menjadi salah satu tantangan sekaligus prioritas kepengurusan yang baru.

‎

‎Ia berharap dukungan pemerintah daerah, ulama, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat penghimpunan ZIS. Salah satu gagasan yang akan dikembangkan adalah gerakan “Berkah Sejenjang”, yang diarahkan untuk mendorong infak dan sedekah sekaligus mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

‎

‎Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jambi Sri Rahayu, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan baru BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia berharap hubungan kelembagaan antara BAZNAS kabupaten dan provinsi semakin kuat, khususnya dalam penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, dan pelaporan ZIS.

‎

‎Ia juga mendorong agar potensi ZIS dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan perusahaan. Setiap kerja sama diharapkan diarahkan pada program yang produktif sehingga dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi mustahik di daerah.

‎

‎Ke depan, BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.

‎

‎Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hermansyah, S.STP., M.H., Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Drs. M. Yunus, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Johan Hendry Bororing, S.STP., Asisten Administrasi Umum Ir. H. Agus Sanusi M.Si., Camat Muara Papalik, Sekretaris Camat Tungkal Ulu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag., M.H., Wakil Ketua MUI Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Abdul Hakim, S.Ag., pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi dan BAZNAS Kota Jambi beserta jajaran, para Kepala OPD, para Kepala Bagian Setda, perwakilan perbankan, serta undangan lainnya.

Pemkab Tanjab Barat Safari Jumat di Muara Papalik



 TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melaksanakan Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Lintas Timur KM 71 RT 13, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Ulu.


Dalam kesempatan itu, Bupati Anwar Sadat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pembangunan infrastruktur.


Menurutnya, pembangunan jalan di Dusun Mudo telah masuk dalam perhatian pemerintah daerah dan akan diprioritaskan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.


“Ada jalan di Dusun Mudo yang akan kita bangun. Ini dibutuhkan masyarakat kita di Tanjung Jabung Barat. Memang tidak mudah, banyak usulan dari desa yang masuk. Karena itu kita akan pilih yang benar-benar prioritas,” ujar Bupati.


Ia menjelaskan, wilayah Ulu tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pelaksanaan sejumlah program pembangunan harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.


Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki musim kemarau.


Bupati mengapresiasi turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir yang turut membantu mengurangi potensi terjadinya karhutla.


“Alhamdulillah kemarin hujan. Ini hasil rekayasa cuaca dari pusat. Kita punya Satgas Karhutla bersama Kapolres, Dandim, dan pihak perusahaan yang wajib ikut serta jika terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.


Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan keterlibatan perusahaan dalam mendukung program lingkungan di daerah.


Sosialisasikan UHC Prima


Dalam bidang kesehatan, Bupati Anwar Sadat turut menyosialisasikan program UHC Prima atau jaminan kesehatan daerah kepada masyarakat.


Ia menjelaskan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan menggunakan KTP, dengan ketentuan data kependudukan telah terkoneksi dengan kepesertaan BPJS Kesehatan.


“Cukup menggunakan KTP, masyarakat bisa berobat gratis. Dengan catatan KTP-nya sudah terkoneksi dengan BPJS. Sehingga jika ada kondisi sakit mendesak seperti operasi, jaminan kesehatannya bisa langsung digunakan,” jelasnya.


Selain jaminan kesehatan, Pemkab Tanjung Jabung Barat juga terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan dengan menyediakan peralatan medis yang lebih modern.


“Kita punya alat deteksi kanker payudara dan CT Scan Rontgen yang canggih. Ini salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang kita berikan untuk masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tambahnya.


Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Masyarakat


Safari Jumat juga diisi dengan penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat dan Masjid Nurul Ikhlas.


Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pemerintah daerah menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung pembangunan halaman dan area parkir Masjid Nurul Ikhlas.


Bupati berharap dukungan terhadap pembangunan masjid tidak hanya berasal dari pemerintah dan masyarakat, tetapi juga dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Muara Papalik.


“Perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Muara Papalik juga kita harapkan dapat turut membantu pembangunan masjid ini,” harapnya.


Selain bantuan untuk pembangunan masjid, berbagai bantuan sosial dan kemasyarakatan turut diserahkan, meliputi:


1. Dinas Sosial: 30 paket sembako bagi lansia dan dhuafa.

2. Baznas: 40 paket bantuan, terdiri dari 20 paket untuk dhuafa, 10 paket untuk takmir masjid, dan 10 paket untuk anak yatim.

3. Bantuan bedah rumah: 1 unit.

4. Bantuan korban kebakaran: untuk 1 rumah milik Pak Mael melalui Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, dan Baznas.

5. Bantuan kesehatan: susu kaleng bagi 9 ibu hamil dan 2 balita stunting.

6. Bantuan untuk Takmir Masjid Nurul Ikhlas.


Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Bupati Jadi Khatib dan Imam Salat Jumat


Rangkaian Safari Jumat kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat. Bupati Anwar Sadat bertindak langsung sebagai khatib sekaligus imam Salat Jumat di Masjid Nurul Ikhlas.


Dalam khotbahnya, Bupati mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak lalai dalam melaksanakan salat dan menunaikan zakat, menjaga kejujuran dalam aktivitas perdagangan, termasuk dalam takaran dan timbangan, serta memanfaatkan hari Jumat untuk memperbanyak amal ibadah.


“Allah menjamin kehidupan orang yang memanfaatkan waktu untuk beribadah. Sebaliknya, bagi yang menolak perintah Allah, akan disempitkan rezeki dan urusannya,” pesan Bupati.


Kegiatan Safari Jumat tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, BKAD, Damkar, Camat Muara Papalik, Forkopimcam, perwakilan perusahaan, Kasat Pol PP, Baznas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Nurul Ikhlas.

Rabu, 09 September 2026

Rakor Bersama Wamen LH, Wagub Sani: Kendalikan Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak


Jambi - Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan kekuatan dan sumber daya dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri dan mengikuti

Rapat Koordinasi Penanganan

Kebakaran Lahan Dengan Perusahaan 

Sekitar Lahan Kebakaran Bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.Diaz Faisal Malik Hendropriyono, B.Sc., M.P.A., 

M.B.A., M.A., Ph.D, bertempat di VIP room Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jumat (04/09/2026).


Pada kesempatan ini Wakill Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono meminta  perusahaan konsesi di Jambi melakukan peremajaan sekat kanal untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Jambi. 

"Saya minta beberapa perusahaan yang ada di Jambi walaupun di luar konsesi mereka untuk ikut membantu membuat sekat kanal, membantu mentransfer (mengalirkan) air, dari sungai-sungai terdekat," kata Wamen. 


Menurut dia, program peremajaan kanal yang mulai mengalami pendangkalan dinilai penting untuk mengaliri, memasok air dari sungai terdekat ke wilayah rawan atau terdampak kebakaran khususnya di area lahan gambut.


Untuk itu, dirinya meminta perusahaan lain di Jambi, terutama yang berada di sekitar area konsesi dapat mencontoh perusahaan yang telah menerapkan sistem transfer air dari sungai terdekat. 


Wamen menambahkan, untuk menekan peristiwa karhutla, pemerintah melalui Kementerian LH tengah menyusun surat edaran moratorium untuk memblokir seluruh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, tanpa pengecualian.


Wamen mengungkapkan, peraturan daerah (perda) yang sebelumnya mengizinkan pembukaan lahan berbasis kearifan lokal sebagaimana turunan dari UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 69 Ayat 2 sementara waktu akan ditangguhkan.


Penangguhan itu dianggap penting di tengah kondisi darurat kebakaran yang melanda Tanah Air.


Selain Karhutla, Wamen Diaz juga meminta tindak lanjut terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah kota.

“Terkait TPA untuk yang di kota, nanti tolong dilihatin aja Pak Kadis LH kota, apakah TPA nya sudah dilakukan. Itu surat edaran menteri terkait apa penjagaan TPA, pengelolaan TPA,” tambahnya.


Sementara itu, Wagub Sani menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Wamen ke Provinsi Jambi, ini bentuk perhatian pemerintah pusat ke Provinsi Jambi. "Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada

Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI beserta jajaran atas 

perhatian dan dukungannya dalam memperkuat penanganan kebakaran lahan di Provinsi Jambi," ucapnya.


Wagub Sani menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki karakteristik wilayah yang 

menjadikan persoalan kebakaran hutan dan lahan 

sebagai tantangan yang harus bersama hadapi secara serius dan berkelanjutan. Karena itu, ukuran keberhasilan 

tidak semestinya hanya dilihat dari seberapa cepat api 

dapat dipadamkan setelah kebakaran terjadi. "Jauh lebih 

penting adalah seberapa kuat kita mencegah api muncul, 

seberapa cepat kita mengetahui adanya potensi 

kebakaran, dan seberapa sigap kita mengendalikan api 

sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar," jelas Wagub Sani.

"Keberadaan perusahaan di sekitar wilayah 

rawan dan lokasi kebakaran memiliki peran yang sangat 

penting. Kita membutuhkan kesiapan dan kepedulian 

bersama, baik dalam patroli, deteksi dini, kesiapan 

personel dan peralatan, maupun kecepatan dalam 

menyampaikan informasi dan melakukan penanganan 

awal ketika ditemukan titik api," pungkasnya. (Diskominfo Provinsi Jambi/Sapra Wintani/Foto: Novriansah/Video: Reno Setiawan)

Jambi dan Provinsi Lain di Sumatra Sepakat Bentuk Forum Sumatra 10




Medan - Gubernur Jambi, Al Haris bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan gubernur se-Sumatera mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka pertemuan tingkat menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 2 Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Rabu (9/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Al Haris turut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10. 

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi pembangunan antarprovinsi di Sumatera.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berkomitmen menyinkronkan rencana pembangunan dengan kebijakan nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan subregional Sumatera.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan logistik dan konektivitas antarwilayah, pembangunan ekonomi hijau, digitalisasi data pembangunan, serta peningkatan investasi dan perdagangan.

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi kerja sama antardaerah tersebut. Ia menilai Sumatera memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.

“Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” ujar Tito Karnavian.

Ia menambahkan, Sumatera memiliki keunggulan sumber daya alam yang luar biasa.

"Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut," pungkasnya.

Selasa, 08 September 2026

Hari ini Bupati dan KSP Bahas Jaringan Gas Rumah Tangga

 


TANJAB BARAT - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dan mempercepat proses perizinan Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga APBN. Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Lanjutan Percepatan Perizinan yang diselenggarakan secara hibrida oleh Kantor Staf Presiden (KSP) RI dari Ruang Rapat Bupati, Selasa (8/9).


Kegiatan yang diikuti secara daring (Zoom Meeting) tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, S.STP., M.H., mewakili Bupati. Rapat ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bagian Sumber Daya Alam (SDA) dan perwakilan jargas rumah tangga.


Rapat tingkat nasional yang dipimpin oleh Plt. Deputi II KSP tersebut berfokus pada evaluasi dan percepatan proses Persetujuan Lingkungan (UKL-UPL), penyelesaian clearance kawasan hutan, serta sinkronisasi regulasi daerah untuk 15 kabupaten/kota penerima program prioritas nasional sektor energi.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Hermansyah yang mewakili Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap melakukan percepatan debirokratisasi di tingkat daerah agar tidak ada hambatan administrasi dalam pelaksanaan proyek fisik.


“Akselerasi administrasi dan perizinan sangat krusial agar pembangunan jalur pipa gas bumi untuk rumah tangga, khususnya di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir, dapat berjalan sesuai target. Pemkab siap bersinergi dengan pemerintah pusat agar masyarakat bisa segera menikmati pemanfaatan energi yang bersih, aman, dan terjangkau,” ujar Sekda.

© Copyright 2026 Tigasisi.id | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved